Tag Archives: psikolog

Mengatasi Kecemasan Akibat Pendapatan Menurun dan Rindu Mudik

Di masa pandemi COVID-19 ini, saya banyak diberi kesempatan untuk sharing, mengisi webinar, atau pun pelatihan psikologi secara online untuk memberikan motivasi dan semangat kepada sesama, terutama di bulan Ramadhan ini.

Video ini merupakan salah satu sharing dari komunitas Seven Sense melalui live webinar dengan topik Mengatasi Kecemasan akibat pendapatan menurun dan rindu mudik menjelang Lebaran. Silahkan diikuti dan disimak ya semoga bermanfaat.

Semangatnya Istri, Semangatnya Suami..

Postingan ini dibuat sambil nungguin sang Istri yang lagi belajar dan nyiapin seluruh bahan untuk ujian kasuistik pertamanya esok hari. Hmm, kalau dipikir dan diamati memang tidak mudah untuk kuliah sekolah lanjut, terlebih sekolahnya di bidang keprofesian. Seperti halnya dokter medis, bukan cuma ilmu yang bersifat teori yang dituntut untuk paham, tapi praktiknya malahan yang harus lebih mumpuni..

Beliau sedang mengambil Magister Profesi Psikologi sub Klinik Dewasa di Universitas Indonesia. Bukan main bangganya saya punya istri seorang calon Psikolog. Kalau ditanya sama orang lain, “ko bisa, istrinya Psikolog tapi suaminya begini?” Jawabannya… Yah cuma Allah yang tahu. *sambil senyum-senyum sendiri. Kadang psikolog malah kepincut sama orang yang aneh dan nyeleneh kayak saya deh.. :))

Butuh kerja keras dan mental yang kuat untuk melanjutkan sekolah, pengorbanan emosi, pikiran serta tenaga juga harus diseimbangkan. Memiliki tanggung jawab di kampus dengan tugas yang bertubi-tubi dan tanggung jawab di rumah sebagai seorang “ibu”, bukan hal mudah. Ketika lelah di kampus dan kemudian sampai di rumah, ia harus menyiapkan makan, kemudian membereskan kewajiban rumah tangga sambil mengerjakan tugasnya untuk esok hari. Kaya sulitnya ya?

Sulit? Iya, saya ngeliatnya sulit deh. Ko super banget ya bisa multitasking seperti itu? Kalo ditanya, ko bisa?? Dan kadang ga keliatan ada capenya. Nah kalau kata istri saya, semuanya kembali ke niat. Niat ibadah dengan cara melayani dan membahagiakan suami. Karena jihadnya istri itu melayani dan membahagiakan suami..

Do’a saya semoga kuliahnya cepet selesai dan ilmunya bermanfaat untuk orang-orang disekitar serta orang yang membutuhkan. Doain ya..