Menuai Hasil Kebaikan dan Keikhlasan

Suatu hari di dalam mobil di tengah perjalanan menuju pernikahan putrinya, seorang ayah yang saat itu sangat berbahagia bercerita mengenai pertemuannya dengan besannya.

Sekitar 15 tahun yang lalu saya pernah bertemu dengan seorang Kyai di sebuah acara pengajian. Kami saling mengenal dan ternyata pak Kyai juga berasal dari daerah yang sama dengan tempat kelahiran saya, yaitu di Magetan. Tidak ada yang spesial dari pertemuan tersebut, biasa saja. 

Seminggu setelah pertemuan tersebut, selama 7 hari berturut-turut di malam hari saya selalu bermimpi didatangi oleh Kyai tersebut. Benar-benar didatangi. Saya kebingungan dan resah, apa maksud dari mimpi tersebut. Sungguh tidak tenang. 

Berangkatlah saya menemui Kyai tersebut di kediaman Ponpesnya di daerah Gonggang, Poncol. Tiba disana saya bercerita tentang mimpi tersebut bahwa saya berulang kali didatangi oleh pak Kyai. Apa kiranya maksud dari mimpi tersebut adakah sesuatu yang terjadi dengan pak Kyai?

“Saya berdoa setiap saat kepada Allah agar Allah mengirim orang baik ke tempat saya. Orang baik yang mau membantu saya merenovasi Ponpes ini. Saat ini Ponpes ini sedang diluaskan dan tempo hari ada pengusaha dari Aceh yang mau untuk membantu saya. Setelah semuanya dibongkar sang pengusaha dari Aceh ini tidak kunjung datang. Saya bingung dan pasrah kepada Allah”, tutur sang Ayah bercerita tentang apa yang diucapkan pak Kyai sambil meneteskan air mata dengan sangat terharunya.

“Ternyata Allah mengirim bapak untuk kesini. Subhanallah. Semoga bapak bisa ikut berjuang bersama membantu merenovasi pembangunan Ponpes ini”, ucap sang Kyai.

Sang ayah tanpa ragu sedikitpun langsung mengiyakan. “Insya Allah akan saya bantu”. 

Singkat cerita pembangunan renovasi beberapa puluh tahun yang lalu itu selesai dan hampir setiap tahun sang ayah ini mengirimkan dana hasil usahanya kepada Ponpes ini.

Taukah kawan kemana saat itu mobil melaju?
Mobil itu melaju ke tempat acara pernikahan putrinya.

Taukah kawan dimana tempat pernikahan putrinya tersebut?
Tidak lain dan tidak bukan yaitu di Ponpes sang Kyai yang kala itu pernah ia kunjungi.
Anaknya sang Kyai menikah dengan putri kesayangannya. 

Inilah mereka, sepupu saya Meita Purnamasari anak dari sang Ayah dan Kang Ayon, anak dari pak Kyai.

Apa yang kita niatkan untuk beramal baik di jalan Allah akan Allah balas dengan kebaikan yang berlipat-lipat. Siapa yang mengira bahwa sang Kyai akan menjadi besannya kelak? Semoga kita terus bisa berhusnudzan dan mengikhlaskan segala sesuatunya untuk amal kebaikan di jalan Allah. 🙂

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s