Arsip Kategori: Lifenotes

Eid Mubarak 1436H!

Allahuakbar.. Allahuakbar.. Allahuakbar.. Takbir berkumandang menyambut hari yang fitri. Mohon dibukakan pintu maaf kepada teman-teman semua atas semua kesalahan dan kekhilafan.

Ridwansyah sekeluarga mengucapkan selamat Hari Raya Iedul Fitri 1436H, mohon maaf lahir dan bathin. Semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima Allah SWT, dan diberikan kesempatan di bulan Ramadhan berikutnya..

Iklan

Kabel USB dan Kunci Rumah

Sore itu sekitar jam setengah 3 sore pimpinan kami mendatangi ruangan tempat biasa kami bekerja. Beliau menanyakan apakah ada diantara kami yang memiliki kabel micro USB. Baterainya low-bat dan butuh untuk segera di-charge karena pada hari itu beliau tidak membawanya. Tapi sungguh tidak beruntung, tidak ada satupun dari kami yang membawa kabel tersebut.

Kemudian pimpinan pun mengatakan, “oh ya sudah, tidak masalah. Terima kasih ya”, sembari berjalan keluar ruangan.

Salah satu dari kami, sebut saja pak S mengatakan kalau ia membawa kabel tapi ada di dalam mobil di parkiran bawah. Harus ke bawah dulu turun gedung dan mengambilnya, PR juga mungkin. Tapi tanpa pikir panjang diambilnya kabel tersebut dari parkiran bawah dan memberikannya kepada pimpinan kami. Beliau begitu berterima kasih karena akhirnya smartphonenya bisa di-charge.  Baca lebih lanjut

Nominal dan Nilai Intrinsik

Pak Sudirman Said seketika mengeluarkan uang kertas pecahan 10 ribu, 50 ribu dan 100 ribu rupiah dari dalam dompetnya. Beliau bertanya kepada kita semua yang sedang mendapatkan pengarahan Menteri pada sore kemarin.

Berapa nominal uang kertas ini? (sambil menunjuk pecahan 10 ribu yang dipegangnya)“. Sontak kami semua mengatakan “sepuluh ribuuu paaaak“. “Benar“, katanya. Kemudian dilanjutkan dengan bertanya, “Berapa nilai intrinsiknya dari uang ini? Nilai intrinsik itu biayanya atau bisa juga ongkos produksi untuk menghasilkan uang ini. Kira-kira 5000 rupiah, setuju?” Kami menjawab, “setuju paaaak“.

Sekarang ia mengambil pecahan 50 ribu dan bertanya, “Kalau ini nominalnya berapa?” Kita menjawab, “lima puluh ribu paaaak“. Dilanjutkan dengan pertanyaan, “Kalau nilai intrinsiknya? Kira-kira mungkin 5 ribu juga, karena untuk memproduksi uang kertas biayanya hampir sama. Kita anggap biaya ongkos produksinya sama. Setuju?” Setuju paaaak..

Baca lebih lanjut

Terima kasih ya Allah
Darinya aku belajar arti kesederhanaan
Kesederhanaan, dalam memaknai kehidupan
Darinya pula aku belajar makna kerendahan hati
Hati tak perlu tinggi, karena hanya Engkau yang Maha Tinggi

Bahagia sekali, karena ia tidak perlu tersenyum
Tidak perlu tersenyum untuk memberikan sebuah senyuman
Dengan melihatnya saja, kita akan tersenyum
Terhibur karena ketulusannya
Tersenyum karena kebahagiaan yang terpancar di wajahnya

Tidak salah ada arti Awan dalam namanya
Karena kesabarannya tak pernah putus
Seperti kesatuan awan di langit biru.

Berbagi, itulah dia

Hatinya besar
Seperti sifatMu Yang Maha Besar
Ya Rabb, berikan ia kekuatan.

Aku mengunjungi rumahnya hari itu. Awalnya tak kusangka ternyata rumah kita berdekatan, bahkan bersebelahan, berjarak hanya beberapa blok rumah saja. Belum mandi, lusuh dan berantakan, itulah kondisiku ketika mengunjungi rumahnya.

Kedatanganku disambut dengan ramah olehnya dan ibunya. Bukan dengan gaya formal menerima tamu di ruang tamu, kita asyik berbincang-bincang di halaman rumahnya. Seperti tetangga yang sudah kenal sangat lama sekali.

Kita bermain seperti anak kecil berlari-larian di sekitar halaman rumah. Walaupun kondisiku lusuh, belum mandi, dan berkeringat, dia tidak mempermasalahkannya. Justru dia menyukainya!

Singkat cerita Ia juga bermain ke rumahku. Menelusuri setiap bilik dinding di rumahku. Ia juga menemaniku di saat rumahku kosong, di saat suasana sepi. Santai, nyaman, dan bahagia sekali.

Seketika muncul tulisan besar terpampang di depan mataku menghalangi semua pandangan yang bertuliskan “INGAT UMURMU, TIDAKKAH ENGKAU MENYADARINYA”?

Dan aku pun terbangun. Jam menunjukkan pukul 04.28, terdengar sayup-sayup suara azan menyelimuti perasaanku yang nyaman dan sangat tenang.

30 Mei 2015

Manusia itu Lupa.

Manusia itu cenderung lupa.
Iya,, lupa akan kenikmatan yang Allah berikan kepadanya.
Ketika ia sudah tidak lagi mengalami masalah yang dahulu pernah menerpanya.
Tidak lagi bersedih hati saat ia diberi ujian yang berat.
Maka ia akan lupa. LUPA. Baca lebih lanjut

Sampah Kertas yang ini Lumayan Harganya Dek,, 500 Rupiah Satu Kilonya..

rp500

Belum lama memang saya berada di gedung ini. Terhitung baru 2 minggu terakhir saya menjadikan tempat ini sebagai rumah kedua saya. Parkiran motor ada di area basement gedung. Di area basement ini tidak tertata rapi bukan seperti area parkir di mal-mal yang biasa kita lihat. Baca lebih lanjut