Tag Archives: S2

Kenapa Harus Sekolah Lebih Tinggi?

Seringkali pendidikan dijadikan tolak ukur suatu peradaban. Melalui pendidikan, suatu peradaban bisa maju, melalui pendidikan kemiskinan dapat dientaskan dan melalui pendidikan pula saya yakin negara Indonesia ini bisa lebih maju!

Saya mengartikan pendidikan dengan suatu usaha yang dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan untuk mendapatkan suatu ILMU, yang nantinya dapat bermanfaat untuk kehidupan bagi sesama umat manusia. Pendidikan disini bukan hanya mengenai pendidikan akademis, tapi juga pendidikan non akademis yang di dalamnya terdapat ilmu yang bermanfaat lho ya! Continue reading

Advertisements

megatala

August 21, 2017

Hej, Stockholm! #part2

Masih tentang pendidikan di Swedia. Jadi kalau kita daftar kuliah di Sweden, kita bisa mendaftarkan diri di 3 kampus yg dipilih. Inget sistem daftar sekolah kita dulu? Nah, kurang lebih begitu ya. Kita akan mengurutkan kampus yg kita tuju, kalau sudah diterima di kampus urutan pertama yg kita daftarkan maka otomatis urutan selanjutnya tertolak.

Lalu jalannya pendaftaran kampus dan beasiswa ini beriringan. Setelah mendaftar kampus, kita mendaftarkan beasiswanya. Jangan sampai lupa ya, kalau perlu catat deadlinenya kapan. Nanti setelah ada pengumuman diterima di kampus mana, maka akan ada prosedur lagi untuk beasiswa SI. Ada dua tahap prosesnya, yg pertama mendaftar administrasi dan tahap kedua mengisi essay yg tema-tema dan pertanyaannya sudah disediakan.

Pendaftaran kampus berlangsung sekitar akhir tahun hingga awal tahun. Sekitar Desember sampai Februari kalau nggak salah ya. Bisa dicek di website yes! Continue reading

megatala

August 21, 2017

Hej, Stockholm! #part1

Alhamdulillah suamiku sudah sampai dengan selamat di Stockholm, Sweden. Selama 2 tahun ke depan, InsyaAllah suamiku akan tinggal di Stockholm dan melanjutkan kuliah di Stockholm University (SU) dengan jurusan Information System Management.

Kok bisa di Sweden? Kenapa nggak negara lainnya?

Well, setinggi-tingginya impian harus tetap menginjak bumi supaya realistis. Bukan membatasi impian tapi menyelaraskan impian dengan kondisi diri. Yeee kaaann. Continue reading

Semangatnya Istri, Semangatnya Suami..

Postingan ini dibuat sambil nungguin sang Istri yang lagi belajar dan nyiapin seluruh bahan untuk ujian kasuistik pertamanya esok hari. Hmm, kalau dipikir dan diamati memang tidak mudah untuk kuliah sekolah lanjut, terlebih sekolahnya di bidang keprofesian. Seperti halnya dokter medis, bukan cuma ilmu yang bersifat teori yang dituntut untuk paham, tapi praktiknya malahan yang harus lebih mumpuni..

Beliau sedang mengambil Magister Profesi Psikologi sub Klinik Dewasa di Universitas Indonesia. Bukan main bangganya saya punya istri seorang calon Psikolog. Kalau ditanya sama orang lain, “ko bisa, istrinya Psikolog tapi suaminya begini?” Jawabannya… Yah cuma Allah yang tahu. *sambil senyum-senyum sendiri. Kadang psikolog malah kepincut sama orang yang aneh dan nyeleneh kayak saya deh.. :))

Butuh kerja keras dan mental yang kuat untuk melanjutkan sekolah, pengorbanan emosi, pikiran serta tenaga juga harus diseimbangkan. Memiliki tanggung jawab di kampus dengan tugas yang bertubi-tubi dan tanggung jawab di rumah sebagai seorang “ibu”, bukan hal mudah. Ketika lelah di kampus dan kemudian sampai di rumah, ia harus menyiapkan makan, kemudian membereskan kewajiban rumah tangga sambil mengerjakan tugasnya untuk esok hari. Kaya sulitnya ya?

Sulit? Iya, saya ngeliatnya sulit deh. Ko super banget ya bisa multitasking seperti itu? Kalo ditanya, ko bisa?? Dan kadang ga keliatan ada capenya. Nah kalau kata istri saya, semuanya kembali ke niat. Niat ibadah dengan cara melayani dan membahagiakan suami. Karena jihadnya istri itu melayani dan membahagiakan suami..

Do’a saya semoga kuliahnya cepet selesai dan ilmunya bermanfaat untuk orang-orang disekitar serta orang yang membutuhkan. Doain ya..