Mendapatkan Beasiswa Swedish Institute Study Scholarship (SISS) dari Pemerintah Swedia

Postingan kali ini saya mau bahas tentang informasi dan kilas balik perjuangan saya mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Swedia melalui Swedish Institute (SI) yang mungkin bisa membantu teman-teman bagi yang sedang ingin melanjutkan studinya.

Apa itu Swedish Institute?

Swedish Institute (SI) sebetulnya merupakan organisasi pemerintah yang bertanggung jawab menyebarkan minat dan ketertarikan akan Swedia di seluruh dunia di bidang kebudayaan, pendidikan, sains, dan bisnis dalam rangka memperkuat ikatan dan mempromosikan pembangunan. Dalam hal pendidikan, SI memberikan beasiswa kepada negara-negara berkembang, salah satunya kepada Indonesia. 

Ada banyak bentuk beasiswa dari Swedish Institute ini sebetulnya, tergantung jenjang perkuliahan dan negara yang diberikan. Sekurangnya ada 9 jenis beasiswa yang diberikan oleh Swedish Institute ke seluruh dunia, baik berupa full time studies, research, ataupun student exchange, diantaranya: Swedish Institute Study Scholarship (SISS), SI Scholarship for Western Balkans, SISS for South Africa, Swedish-Turkish Scholarship Programme (for master and PhD), The North2north student exchange programme, dan Visby Programme Scholarship (for exchange and master, and PhD).

Apa itu Swedish Institute Study Scholarship (SISS)?

SISS merupakan beasiswa tingkat Master yang diberikan kepada negara-negara berkembang di seluruh dunia. Ini merupakan beasiswa dengan kuota terbesar yang diberikan Swedish Institute untuk scholarship programme di jenjang master (S2), Saat ini untuk tahun 2018, ada 138 negara yang dapat mendaftar untuk beasiswa ini. Dari 138 negara tersebut, saat saya mendaftar di 2017 dipecah menjadi 3 kategori dan Indonesia masuk di dalam kategori 2. List lengkap negara-negara mana saja yang dapat apply ke SISS, bisa dilihat disini.

Apa saja persyaratan untuk bisa mendaftar Beasiswa SISS ini?

  1. Work Experience  – Pengalaman Kerja
    Untuk bisa mendaftar di beasiswa ini, kita harus memiliki pengalaman kerja minimal 3000 jam. Bentuk pekerjaannya bisa full-time, part-time, voluntary, dan internship/magang. Tiga ribu jam tersebut harus dapat dihitung dengan benar dan dapat dibuktikan pada form work experience disertai dengan tanda tangan dan cap atasan kita. Kira-kira berapa tahun kerja sih kalau 3000 jam itu? Hmm, sebenernya ngga terlalu lama juga. Saya ambil contoh kalkulasi pengalaman work experience hours untuk full time employment ya.

    “Let say sehari waktu kerja normal di Indonesia itu sekitar 8 jam kalau full-time employment. Seminggu ada 5 hari kerja, dan dalam setahun kita ambil kerja itu hanya 50 minggu. Perhitungannya kira-kira (8 jam x 5 hari x 50 minggu) = 2000 jam. Jadi kalau kita baru kerja full-time selama setahun, itu baru 2000 jam, kalau 3000 jam berarti kira-kira 1.5 tahun kerja full-time. “

    Kalau kita uda pernah internship/magang sebelum lulus kuliah S1 apakah bisa dihitung waktu kerjanya??
    Tentu bisa, asalkan di formnya dibuktikan juga dengan tanda tangan employer kita. Cara menghitung jam kerja juga sama untuk part-time dan voluntary work.

    Apakah ada batasan umur untuk apply SISS ini?
    Setahu saya tidak ada. Di penerima beasiswa 2017 kemarin, ada teman yang usianya sudah kepala 3, sudah berkeluarga dan levelnya sudah sangat expert. Jadi sepertinya tidak ada batasan untuk usia.

  2. Leadership Experience – Pengalaman Kepemimpinan
    Syarat wajib lainnya lagi, kita harus punya pengalaman menjadi ‘leader’ untuk apply beasiswa ini. Yap, pengalaman menjadi ‘leader’ bukan boss! Karena boss dan leader itu berbeda..Nah, kalau saya tidak ikut organisasi di kampus bagaimana?
    Well, pengalaman kepemimpinan yang dibutuhkan bukan hanya sekedar di kampus. Bisa di organisasi luar, di organisasi kemasyarakatan, lingkungan tempat tinggal, kepemimpinan ketika menjadi volunteer, ataupun pengalaman kepemimpinan di tempat kita bekerja. Semisal menjadi Project Leader di suatu proyek. Yang pasti leadership experience yang dibutuhkan adalah yang berkaitan dengan mengatur dan mengorganize orang lain, mengalokasikan task-task dan familiar dengan pembuatan keputusan.

Bagaimana tahapan, cara mendaftar dan kapan deadlinenya?

Swedia ini merupakan salah satu negara yang proses pendaftaran universitas dan beasiswanya sudah terpusat dan simple! Sehingga kita tidak perlu apply masing-masing ke universitas yang kita inginkan. SISS ini juga merupakan salah satu beasiswa yang dalam seleksinya tidak ada interview. It’s purely about you, how you described yourself in your document. Jadi persiapkan dengan sebaik-baiknya ya! Tahapannya:

  1. Mendaftar Master Program yang kita inginkan di universityadmission.se dan memilih maksimal 4 (empat) program. 
    Masa pendaftaran adalah dari 16 Oktober 2017 – 15 Januari 2018 dan ada biaya fee yang harus dibayarkan agar aplikasi kita bisa diproses. Biaya application fee saat 2017 kemarin sebesar 900SEK (Swedish Krona), kalau dirupiahkan sekitar 1,5 juta rupiah. Perkuliahan di Swedia dimulai umumnya pada autumn sekitar bulan Agustus, jadi di bulan November-Januari merupakan waktu yang sangat tepat untuk mendaftar perkuliahan. Nah pilihan me-ranking 4 program ini mengingatkan saya pada saat pendaftaran masuk SMA di 2004 silam 😀
  2. Mendaftar Beasiswa SI di Portal Swedish Institute
    Setelah beres apply universitas, kita lanjut apply beasiswanya. Di tahun 2018 ini waktu pendaftaran dari 2-9 February 2018, cuma seminggu lho! Ada beberapa dokumen yang harus dipersiapkan yang harus menggunakan template dari SI seperti CV (Europass format), Motivation letter, Letter of Reference, Proof of Work and Leadership. Lengkapnya disini.Apa tipsnya untuk mempersiapkan dokumen-dokumen ini?
    Saya sarankan untuk melengkapi semua dokumen dari jauh-jauh hari saat template sudah dipublish di website. Cek setiap hari websitenya. Terutama yang paling penting Letter of Reference, dan Proof of Work and Leadership. Kedua dokumen ini membutuhkan tanda tangan dan cap basah organisasi dan harus menggunakan template SI, tidak diperbolehkan menggunakan template sendiri. Bayangin kalau untuk surat referensi kita harus meminta dari dosen, mantan atasan, yang lokasinya di luar kota? Tentu harus mengestimasi waktu pengiriman dokumen, waktu kiriman balik dokumen tersebut dan kemungkinan delay pengiriman. Nah, begitu juga untuk proof of work dan leadership. Jadi semisal sudah bisa dipersiapkan dari sekarang, segera lengkapi sesuai dengan template karena periode pendaftaran beasiswa ini sangat sempit!
  3. Menerima pengumuman diterima/tidaknya di Universitas
    Di awal April nanti akan ada pengumuman penerimaan di universityadmission.se. Kita hanya akan diterima di satu program yang kita pilih sesuai dengan ranking yang kita prioritaskan. Kalau kita tidak diterima dari empat yang kita pilih, otomatis proses seleksi beasiswa kita pun akan gugur. Yang menariknya, di universityadmission.se ini semisal kita tidak menerima hasil tersebut, kita bisa melakukan banding. Seperti kita meminta penjelasan kepada mereka kenapa kita tidak diterima. Saya lupa apa ketentuannya dan apa persyaratannya untuk mengajukan banding/keberatan ini.
  4. Pengumuman Beasiswa Swedish Institute Study Scholarship
    Di akhir April bagi yang sudah ditetapkan mendapatkan beasiswa ini akan dihubungi melalui email dan listnya akan dipublish di website SI. Yang akan mendapatkan beasiswa hanyalah yang sudah diterima master programnya seperti pada poin ketiga. Selamat!

Berapa kuota penerima beasiswa SI pada tahun 2018 ini?

Dibanding tahun 2017, penerima beasiswa SI di 2018 ini mengalami penurunan secara global. Sesuai informasi di website SI, kuota total dari seluruh jenis scholarship sebesar 180 orang dimana masing-masing:

  • 50 scholarship untuk negara di kategori 1
  • 60 scholarship untuk negara kategori 2 (Brazil, Colombia, Egypt, Ghana, Indonesia, Iran and Vietnam)
  • 10 scholarship untuk Afrika Selatan
  • 60 scholarship untuk negara lainnya termasuk kuota untuk beasiswa SI lainnya

Untuk Indonesia ada di kategori 2, dan 7 negara memperebutkan 60 kuota. Jadi kira-kira kuota per negara sekitar 8-10 scholarship. Kalau dilihat dari kuota dari kategori 2, sebetulnya untuk tahun ini naik dari 50 menjadi 60. Pada 2017 kemarin, saya bersama teman-teman dari Indonesia yang mendapatkan beasiswa SI jumlahnya 10 orang.

Flashback Seleksi Beasiswa SI 2017

Sedikit flashback mengenai seleksi beasiswa SISS saya pada tahun 2017 kemarin, ada perbedaan dengan tahun ini dimana dari dua tahap seleksi menjadi hanya satu tahap seperti yang sudah dijelaskan diatas. Pada tahap satu pada seleksi di 2017 lalu, kita hanya cukup mengupload isian mengenai Future Plans dan Leadership Experience dalam 250 huruf. Iya, 250 huruf! Kalau dihitung hanya sekitar 1-2 kalimat saja, sama kaya ngetwit, bedanya kalo ngetwit maksimal 160 karakter. Sehingga kata-kata yang ditulis harus betul-betul mencerminkan apa yang kita maksud, apa yang kita tuju, dan apa yang ingin kita sampaikan kepada SI. Mereka akan menseleksi tahap 1 berdasarkan 250 huruf yang kita tulis tersebut. Menarik ya?!

Saat membuat isian mengenai 250 huruf ini, saya sempet kebingungan karena sudah dibikin sesuai dengan permintaan tapi selalu gagal upload. Ternyata oh ternyata.. Kalau diinget sering ketawa sendiri! Lengkapnya bisa diliat di post tentang word count.

Setelah lulus tahap satu barulah kita lanjut ke tahap dua mengisi dokumen yang lengkap sesuai dengan format dan template yang sudah ditentukan. Kalau untuk dokumen dan format sepertinya tidak berbeda jauh dengan tahun lalu.

Nah pada 2017 kemarin, total applicant beasiswa pada tahap 1 ada sebanyak 14.680 orang. Dari 14.680 applicant yang apply di tahap 1:

  • Kategori1: 1.281 kandidat bisa lanjut ke tahap 2 dan ada 210 scholarship tersedia
  • Kategori 2: 712 kandiidat bisa lanjut ke tahap 2 dan ada 50 scholarship tersedia
  • Kategori 3: 609 kandidat bisa lanjut ke tahap 2 dan ada 50 scholarship tersedia
  • Afrika Selatan: 267 kandidat bisa lanjut ke tahap 2 dan ada 10 scholarship tersedia
  • Suriah: 129 kandidat bisa lanjut ke tahap 2 dan ada 15 scholarship tersedia

Sehingga persentase mendapatkan beasiswa ini sekiranya adalah 1-2% dari seluruh applicants yang ada pada 2017 kemarin. Insya Allah pasti bisa!

Tips-tipsnya apa saja biar bisa mendapatkan beasiswa?

Saya yakin pejuang beasiswa adalah orang-orang yang pantang menyerah, pantang putus asa, pekerja keras, pekerja cerdas dan merupakan para pemimpi. Iya, harus diawali dengan bermimpi dan direalisasikan dengan usaha dan doa!
Kalau di summary, tips singkatnya bisa ditulis seperti ini:

  • Persiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan, terutama IELTS atau TOEFL. Ini merupakan starter yang wajib hukumnya.
  • Be yourself. Saat menulis dokumen-dokumen yang dibutuhkan, kejujuran dan ketulusan dari hati itu akan tercermin di tulisan kita. Saya tidak sarankan untuk terlalu mengada-ada, tapi  dan juga merendahkan diri sendiri. Show them what you have!
  • Tentukan master program yang ingin dituju. Lakukan research sebanyak-banyaknya. Gali informasi mengenai universitas dan program yang diinginkan. Jangan segan-segan untuk tanya senior, tanya alumni yang sudah lulus dari program tersebut. Kalau perlu email program administrator dari universitas yang dituju. Ikuti juga education fair yang ada untuk bertanya langsung.
  • Buat timeline sendiri dan stick to that timeline. Perjuangan meraih beasiswa itu tidak ada yang menyuruh dan tidak ada juga yang akan memberikan punishment kalau kita gagal. Jadi ini perjuangan ini adalah perjuangan dengan diri kamu sendiri!
  • Mendaftar sebanyak-banyaknya peluang dan kesempatan yang ada, baik universitas ataupun beasiswa. Semakin banyak jaring yang kita lempar, semakin banyak pula peluang ikan yang kita dapatkan bukan??
  • Perkuat ibadah, perkuat keimanan kita.
  • As always, berdoa, bersedekah, nyenengin orang tua, nyenengin orang-orang di sekitar agar segalanya menjadi lebih lancar.

Kalau ada pertanyaan tentang apapun silahkan post di komen, sebisa mungkin saya bantu.

Semoga bermanfaat dan sukses!

Advertisements

19 thoughts on “Mendapatkan Beasiswa Swedish Institute Study Scholarship (SISS) dari Pemerintah Swedia

  1. ashelarisa

    Terima kasih sudah berbagi mas. Ada yg mau saya tanyakan soal work experience. Apakah pengalaman kerjanya yang 3000 jam harus relevan dgn bidang studi yag diambil di S2? Misal saya S2nya ingin lanjut ke bidang kesehatan krn S1nya jg kesehatan, namun pengalaman kerja yg saya miliki adalah di bidang pendidikan. Apakah saya bisa apply beasiswa SISS? Apakah ada kandidat dengan kasus yang sama namun lolos seleksi SISS? Terima kasih 🙂

    Reply
    1. Ridwansyah Post author

      Di keterangan requirement utk work experience tidak disebutkan kalau pengalaman kerjanya harus inline dengan bidang kita atau tidak. Partime dan internship bisa dijadikan untuk work experience. Bahkan untuk pekerjaan voluntary pun juga bisa. Yag penting tempat kita bekerja tersebut, bisa melegalkan bahwa kita betul peenah bekerja dengan mereka.

      Yang saya alami dan saya tangkap, sepertinya SI ingin mendapatkan awardee yang sudah pernah berada di lingkungan kerja sehingga piawai dalam berkomunikasi dan bekerja sama. Karena nantinya kita akan berada di Network For Global Leader (NFGL), yang berisi semua awardee dari berbagai mancaranegara untuk berkolaborasi bersama sama.

      Semoga sukses dan good luck 🙂

      Reply
  2. auliamaysita@gmail.com

    Selamat malam mas ridwan, nama saya Aulia dan saya sedang mempersiapkan pendaftaran Swedish Institute 2018, saya ingin bertanya secara personal kepada mas Ridwan mengenai beasiswa ini, adakah kontak/email yang bisa dihubungi? Terima Kasih

    Reply
  3. Regina

    Halo kak, saya tertarik dengan tulisan ini karena saya kebetulan memang sedang mencari informasi beasiswa di Sweden. Ada beberapa hal yang mau saya tanyain tentang program beasiswa ini, boleh minta alamat email yang bisa saya kontak? Terima kasih

    Reply
  4. amin

    Sehingga persentase mendapatkan beasiswa ini sekiranya adalah 1-2% dari seluruh applicants yang ada pada 2017 kemarin. Insya Allah pasti bisa!
    kompetitif banget ini!

    Reply
  5. Nia

    Halo mas Ridwan. Terima kasih untuk sharingnya.

    Ada beberapa hal yang ingin saya pastikan saja:
    1. Reference letter: di web tertulis 2 surat. Kalau saya pakai 1 surat dari atasan + 1 surat dari dosen dengan jabatan di kampus, bisa ya? Soalnya di web tertulis “At least one letter of reference must be based on your work experience. It will be a merit if the second letter of reference is based on your involvement in networks or civil society organisations outside of your regular work.” Kalau boleh tahu, untuk reference letter mas Ridwan siapa yang ttd?
    2. Proof of work and leadership experience: 1 saja cukup kan kalau sudah mencapai >3000 jam kerja?

    Thankyou

    Reply
    1. Ridwansyah Post author

      Hi Nia,

      Maaf baru membalas, sepertinya emailnya terlewat. Semoga tidak telat ya. 😦

      1. Reference letter saya dua-duanya dari professional experience. Yang pertama dari atasan saya di perusahaan sebelumnya, yang kedua dari pimpinan aktif saya. Karena waktu yang mepet, akhirnya reference letter dari akademisi tidak sempat saya buat.

      2. Betul, kalau work experience sudah melebihi 3000 jam, satu perusahaan saja cukup.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s