Pengalaman Pertama dengan Qatar Airways, dan Cara Mengikuti Doha City Tour

DOHA yang berasal dari kata bahasa Arab “ad-Dawha” yang berarti “the big tree” merupakan ibukota dari negara Qatar. Salah satu negara penghasil minyak dan gas alam terbesar di dunia yang dipimpin oleh seorang Raja. Kota ini menjadi basis markas penerbangan Qatar Airways yang tahun ini mendapat predikat Airline of The Year in 2017 oleh Skytrax.

Penerbangan pertama saya bersama Qatar Airways menjadi penerbangan yang mungkin tidak akan pernah terlupakan, karena selain penerbangan ini merupakan penerbangan long-haul pertama saya selama kurang lebih 17 jam yang selalu saya impikan, saya juga berhasil mengikuti Doha City Tour, yang merupakan complimentary free services dari Qatar Airways. Nah satu lagi yang paing tidak terduga, penerbangan saya dari Doha ke Arlanda tanpa terduga diupgrade ke Business Class secara cuma-cuma saat saya mau boarding!

Qatar Airways bersama dengan Qatar Tourism Authority memberikan complimentary tour kota Doha secara cuma-cuma selama 3 jam kepada penumpang Qatar Airways yang sedang transit selama 5 – 12 jam di Hamad International Airport. Tidak persyaratan apapun untuk mengikuti tour ini, yang penting kita memiliki paspor yang valid, boarding pass penerbangan selanjutnya yang menggunakan Qatar Airways dan memiliki waktu transit yang cukup untuk mengikuti kegiatan tour. Tour ini gratis, dan sangat menyenangkan sambil menghabiskan waktu transit yang kadang membosankan.

Yang perlu dilakukan sebelum mengikuti Doha City Tour ini adalah menyesuaikan jadwal transit dengan jadwal Doha City Tour. Kalau saya, ketika memesan tiket pesawat, sengaja untuk mengambil transit selama 12 jam untuk mencoba peruntungan mengikuti free Doha City Tour ini. Mengapa saya sebut peruntungan? Karena yang minat sangat banyak dan harus menyesuaikan dengan jadwal penerbangan kita selanjutnya.

 

Free Doha City Tour dilaksanakan sebanyak 4x dalam sehari, seperti jadwal pada tabel berikut. Yang perlu dicatat adalah tour akan berlangsung selama 3 jam, jadi pastikan waktu mulai tour dengan penerbangan selanjutnya setidaknya memiliki spare waktu sekitar 5 jam. Kita dapat mendaftar tour, jika waktu check-in pendaftaran tour ini sudah dibuka.

Saya landing di Doha pada pukul 13.30 waktu Doha dan sebelum saya berangkat, saya berencana untuk mengikuti tour yang jam 4 sore. Penerbangan saya selanjutnya itu pada jam 01.50 waktu Doha, jadi saya punya waktu sekitar 12 jam. Pikir saya kalau tidak dapat yang jam 4 sore pun, saya masih bisa ikut yang jam 8 malam. Turun dari pesawat saya langsung shalat dan bergegas ke desk Doha City Tour yang terletak di dekat Beruang Kuning, ke arah Concourse B antara toko WH Smith dan Mont Blanc. Kalau susah nyarinya, tinggal tanya sama Information Center di tengah-tengah lantai keberangkatan.

Ternyata untuk tour jam 4 sore itu sudah tidak available karena mungkin memang waktu registrasinya sudah dari jam 6 pagi. Wajar rasanya kalau sudah habis. Saya coba untuk mendaftar tour yang jam 8 malam, tapi ternyata registrasi untuk tour yang jam 8 malam baru dibuka pada jam 4 sore. Saya sangat bertekad untuk mendapatkan tour ini karena tidak mau waktu terbuang sia-sia hanya di dalam bandara. Perlu diingat, 1 jam sebelum waktu registrasi dibuka, biasanya antrian sudah dimulai. Karena para peserta yang ingin ikut tour pada pukul 8 malam tersebut sudah mulai mengantri pada jam 3.15 sore untuk menunggu registrasi dibuka pada jam 4 sore.

Antrian di Desk Doha City Tour

Daaan benar saja semakin cepat antri, maka peluang mendapatkan tour ini semakin besar. Kita hanya perlu memberikan boarding pass Qatar Airways untuk penerbangan selanjutnya dan paspor. Selanjutnya kita akan diberikan kertas pendaftaran yang berguna untuk keterangan Visa memasuki Qatar khusus untuk mengikuti tour ini. Satu jam sebelum tour dimulai, kita sudah harus berkumpul di lokasi yang sama untuk persiapan dan melewati Immigrasi Doha sebelum perjalanan tur dimulai. Kita mendapatkan Visa khusus 1 hari untuk memasuki dan keluar dari Qatar. Jadi proses imigrasinya pun sama seperti pada umumnya, tetap antri, tetap di scan dan tetap ditanya-tanya kalo ada yang mencurigakan.

Setelah berkumpul untuk assembly sebelum keberangkatan, satu kelompok tour yang terdiri dari 30an orang digiring menuju Imigrasi. Untuk melewati imigrasi Qatar ini akan menjadi tanggung jawab masing-masing, karena orang-orang yang tidak lolos di Imigrasi akan tidak bisa mengikuti tour ini. Ketika di rombongan kelompok saya, ada 4 orang yang tidak lolos imigrasi, alasannya mungkin hanya petugas imigrasi yang tahu. Dan kalau tidak lolos imigrasi, artinya kita tidak bisa mengikuti tour ini.

Tour dimulai pada pukul 19.45, kalau bisa duduk di pinggir agar kita bisa melihat pemandangan dari pinggir kaca bus. Selama perjalanan kita akan dipandu oleh Tour Guide yang akan bercerita tentang sejarah Qatar, gedung-gedung yang kita lihat selama perjalanan dan checkpoint tempat kita berhenti selama 5-10 menit. Pemandu saya saat itu berasal dari Nepal, dia bercerita tentang His Higness Emir Syeikh Tamim bin Hamad, yang merupakan Raja Qatar saat ini, putra dari Emir Syeikh Hamad Al Thani. Nama airport di Qatar, Hamad International Airport diambil dari nama Syeikh Hamad Al Thani.

Pemandu tour juga bercerita tentang mata uang Qatar, yaitu Qatar Riyal. Kemudian gedung-gedung yang kita lewati disepanjang perjalanan. Sayangnya tour kali ini pada malam hari, jadi gedung-gedung di sekitar yang kita lewati tidak terlalu kelihatan, hanya lampu-lampu yang terlihat. Akan tetapi ikut tour pada malam hari menjadi kelebihan sendiri karena suhu sudah tidak begitu panas. Bayangin waktu malam itu di bulan Agustus suhu mencapai 44 derajat Celcius. Bagaimana kalau siang hari? Walaupun saya tinggal di Jakarta yang merupakan kota panas juga, tapi 44 derajat Celcius itu matter lho!

Dalam tour tersebut kita berhenti di beberapa check point, diantaranya :

  • The Pearl-Qatar, dimana restaurant dan toko-toko berkelas berada. Disana juga ada showroom Ferrari dan Rolls Royce. Kita diberikan waktu sekitar 10 menit untuk berkeliling dan mengambil foto.
  • Katara Cultural Village, pusat budaya dan sejarah serta seni negeri Qatar. Sayangnya tour malam hari tidak mengunjungi tempat ini.
  • Museum of Islamic Art, museum yang sangat terkenal dan berada di pinggir laut. Qatar berada di semenanjung jazirah Arab, jadi negara ini memang sangat strategis.
  • Souq Waqif, merupakan pasar tradisional yang berdiri sejak tahun 50an. Bentuk bangunan masih dijaga orisinil sampai saat ini. Souq Waqif sangat luas, kalo di Jakarta mungkin kaya Tanah Abang ya. Kita diberikan waktu selama 30 menit disini, sehingga kita bisa bersantai-santai. Disini dijual berbagai macam handicraft, perhiasan, bumbu-bumbu masakan dan restaurant-restaurant Arab. Saya sempat makan kebab seharga 5 Riyal. Porsinya oke, dan sangat worth it untuk pecinta kebab. Lokasinya persis di bagian depan Souq Waqif.

 

Setelah dari Souq Waqif, kita kembali menuju Airport. Selama perjalanan tour tadi, yang paling menarik adalah ada foto seseorang yang dipajang di beberapa gedung tinggi, mobil, dan pasar-pasar. Juga fotonya terpampang di baju-baju yang dijual di pasar. Karena penasaran, saya bertanya ke Tour Guide, siapakah orang itu? Saya kira Qatar sedang ada pemilu, jadi foto-foto calonnya dipajang dimana-mana.

Foto Emir Syeikh Tamim bin Hamad di Kaca Mobil

Ternyata, foto tersebut adalah foto Raja Emir Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani. Betul, foto Raja Qatar  dipajang di tempat-tempat umum. Tujuannya adalah untuk mendukung Raja. Sehingga Raja sebagai pemimpin tertinggi merasa didukung oleh rakyatnya, sehingga apapun keputusan Raja akan didukung oleh rakyatnya. Salut bahwa pemimpin didukung seperti itu, bukan dicemooh dan dimaki-maki seperti yang sering terjadi di Indonesia.

Di akhir perjalanan, Tour Guide mengatakan bahwa budaya di Qatar itu memberikan tips kepada orang lain merupakan hal yang tidak dilarang. Sehingga bagi kita yang mau memberikan tips sangat diperbolehkan. Dan sebaiknya kita kasih tips! Karena wajah tour guide ini sangat kelelahan. Kebayang kan dari pagi sampe malem harus menjadi tour guide selama 4 kali, keliling di tempat yang sama, dengan pembicaraan yang sama pula. Jadi jangan ragu untuk memberikan tips ya!

 

Advertisements

One thought on “Pengalaman Pertama dengan Qatar Airways, dan Cara Mengikuti Doha City Tour

  1. Pingback: Sekarang ke Qatar udah ga perlu Visa lagi dari Indonesia. Visa-free available saat kedatangan!! | Ridwansyah Corner

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s