Mudahnya Menutup Kartu Kredit CIMB Niaga, Thumb Up!

Saya memiliki 2 buah kartu kredit dari CIMB Niaga. Yang satu MasterCard dan satu lagi VISA AirAsia. Melihat statistik pemakaian saya, akhirnya saya memutuskan untuk menutup kartu kredit yang VISA AirAsia.

Ceritanya, Kartu VISA AirAsia ini sudah ‘dipinjamkan’ oleh CIMB Niaga sejak November 2015.  Itupun saya menyetujuinya karena marketing channel CIMB yang menelfon saya untuk menawarkan kartu CIMB Niaga dengan logo brand AirAsia, dimana keuntungan yang ditawarkan yaitu setiap transaksi dengan menggunakan CC AirAsia CIMB ini, akan mendapatkan poin di AirAsia BIG ID.

Kenapa saya menggunakan istilah ‘dipinjamkan’?
Karena sebetulnya memiliki kartu kredit itu bukan sesuatu yang harus dibanggakan. Bener lho.. Sebenernya kartu kredit itu adalah kartu untuk berhutang. Bank meminjamkan kartu kredit itu agar kita berhutang kepada bank dan bank bisa mendapatkan pembayaran bunga dari apa yang kita pinjam.

Banyak yang salah dengan konsep perbankan di masyarakat saat ini yang menganggap bahwa memiliki kartu kredit merupakan hal yang prestisius. Apalagi biasanya kalau semakin tinggi limit, maka semakin bangga pula orang tersebut. Menurut saya, itu salah besar!

Semakin tinggi limit, semakin besar kesempatan kita untuk berhutang.

Nah, integrasi pencatatan poin di AirAsia BIG ID seiring dengan pemakan CC AirAsia ini sangat lancar. Tidak ada poin yang selisih, pencatatan juga tidak telat, salut dengan hal ini. Mungkin karena CIMB dan AirAsia keduanya merupakan perusahaan Malaysia sehingga untuk mengintegrasikan hal-hal seperti ini sangat mudah.

Tapi, mengapa saya memutuskan untuk menutupnya?

1. Kartu Kredit Tidak Terpakai

Saya menggunakan kartu kredit biasanya hanya untuk belanja online, seperti pembelian tiket pesawat, beli sesuatu dari luar negeri, pembayaran bulanan telefon, atau pembelian yang memang tidak bisa dilakukan dengan kartu debit. Juga misalnya ketika keadaan mendesak dengan jumlah pembayaran yang besar, kartu kredit bermanfaat untuk digunakan.

Yang pasti, saya selalu membayar tagihan pada bulan tersebut sesuai dengan jumlah tagihan untuk menghindari riba/bunga pinjaman. Karena itu prinsip yang penting. Jangan pernah membayar kurang dari tagihan kartu kredit pada bulan berjalan, atau hanya membayar minimum karena akan terkena bunga berlipat-lipat kartu kredit yang sangat menyeramkan.

Pada prinsipnya, saya menggunakan kartu kredit sebetulnya sebagai alat pembayaran, bukan untuk alat berhutang.

2. Ada Annual Fee (Iuran Tahunan) pada Kartu Kredit tersebut

Kartu kredit saya yang ada annual fee hanya CIMB AirAsia ini, yang lainnya free annual fee for life. Menurut saya free annual fee for life (bebas iuran tahunan seumur hidup) itu sangat penting.

Nah kartu kredit VISA AirAsia ini dikenakan annual fee 350ribu per tahunnya. Di tahun pertama ketika kartu kredit baru jadi, annual fee digratiskan di tahun pertama. Kemudian di tahun kedua, saya meminta agar annual fee dihapus, dan disetujui. Karena saya masi tertarik dengan akumulasi poin AirAsia BIG ID nya, dengan harapan bisa dapet terbang gratis dengan AirAsia, maka saya masi menggunakannya lagi

Di tahun ketiga ini, pemakaian kartu kredit ini sangat minim, dan di bulan November ini ada tagihan annual fee kembali. Karena saya pikir daripada harus membayar annual fee dan pemakaian kartu kredit ini juga sangat jarang, akhirnya saya menelepon Customer Support CIMB Niaga untuk menutup kartu.

Penutupan Kartu

Saya meminta kartu kredit untuk ditutup kepada CS dengan alasan pemakaian yang minim dan ada annual fee yang harus saya bayarkan. Status tagihan pada bulan November ini hanya betul2 annual fee sebesar 350 ribu. Oleh CS ditanyakan apakah kartu kredit masih sama saya dan apa ada tagihan bulanan seperti pembayaran asuransi atau telfon yang rutin terdaftar menggunakan kartu kredit? Saya jawab tidak ada. Kemudian CS langsung menyambungkan saya dengan bagian penutupan kartu.

Staf bagian penutupan kartu langsung mengkonfirmasi apakah benar alasan penutupan kartu karena pemakaian yang minim? Apakah tidak mau menggunakannya lagi satu tahun ke depan, sementara iuran tahunan sudah di nol kan oleh bank dan ia menawarkan berbagai benefit seperti pinjaman tunai instan dan lainnya. Saya tetap ingin menutup kartu kredit tersebut pada intinya. Kemudian staf bagian penutupan kartu langsung mengkonfirmasi:

“Baik, pada tanggal sekian, jam sekian, kartu bapak dengan nomor XXXX sudah ditutup dari bank CIMB. Kartu tersebut tinggal digunting dan sudah tidak lagi dapat digunakan”

Saya apresiasi kepada CIMB Niaga, karena customer tidak disulitkan dengan proses seperti ini. Karena saya baca tulisan dan pengalaman orang lain saat menutup kartu kredit itu sangat sulit. Berkali-kali menelefon CS, kemudian menunggu persetujuan, dan harus membayar iuran tahunan lunas dulu sebelum kartu resmi ditutup. Saya pikir tadinya proses penutupan kartu akan berlangsung beberapa hari. Dan saya lebih salut lagi, sesaat setelah menelefon dan iseng mengecek CIMBClicks, nomor kartu kredit sudah hilang dari daftar kartu kredit yang aktif. Kereeen! Untuk hal ini saya apresiasi setinggi-tingginya, karena customer diperlakukan dengan sangat baik dan tanpa ribet apapun.

Semoga perbankan lain bisa seperti ini juga untuk memudahkan konsumen!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s