Review Earbud Headphone JBL T205 by Harman. Ekonomis dan Nyaman!

Kali ini saya lagi butuh earphone/headphone untuk mendengarkan musik, melakukan panggilan dan menjawab telpon, dan menemani di perjalanan. Di Stockholm ini karena cuaca yang sangat dingin dan banyak berjalan kaki, sehingga ketika di perjalanan kita agak sulit untuk main hp. Alasan utamanya adalah karena kalau ngeluarin tangan dari sarung tangan ataupun dari kantong jaket, tangan langsung dingin! Kecuali kalau sudah di dalam kendaraan seperti di dalam bus dan kereta.

Karena saya bukan penggila musik, bukan juga audiophile freaks yang mengerti detil suara yang mantep itu seperti apa, yang pasti asalkan ekonomis, bass, treble dan staging oke, dan nyaman di telinga, itu bakalan jadi pilihan saya. 

Sekarang saya sehari-hari menggunakan earphone Sennheiser MX170. Ini earphone low-end, murah, nyaman, tapi soal kualitas suara saya acungin jempol! Apalagi kalau dipakein busa, makin nyaman lagi di telinga. Bass dan power suaranya kuat dibandingkan dengan earphone-earphone di kelasnya. Cuma, sayangnya MX170 ini tidak dilengkapi dengan Microphone ataupun tombol untuk menjawab panggilan telepon. Disamping itu juga, karena pemakaian yang cukup hardcore, sudah hampir 2 tahun pemakaian dan suka kebanting dimana-mana, jadilah yang sebelah kanan kalau volume sudah agak high dan bass kuat, suaranya menjadi agak pecah.

Nah jadi kebutuhan untuk pengganti Sennheiser MX170 sebagai earphone selanjutnya adalah:

  1. Merupakan jenis Earphone/Earpod. Saya bukan mencari headphone yang besar yang mengeliling kepala kita dari samping sampai keatas. hehe. Saya mencari yang kecil-kecil yang bisa disimpan dengan ringkes dan gampang dibawa-bawa.
  2. Bukan In-Ear (IEM) earphone. Yes, saya ga suka IEM earphone yang fungsinya seperti memampatkan lubang telinga dan langsung menuju ke gendang telinga. Selain karena saya masih membutuhkan suara luar sebagai sarana untuk mengenali apa yang terjadi diluar, penggunaan IEM cenderung tidak nyaman untuk kuping saya. Terlebih sering nempel kotoran euy kalo pake IEM!!
  3. Punya bass dan suara yang oke. Karena sudah berkali-kali bersama Sennheiser, dan saya cukup seneng mendengarkan bass yang oke, ini merupakan persyaratan wajib yang harus dipenuhi.
  4. Bisa dipasang busa, karena busa meningkatkan kenyamanan dan mengingkatkan kualitas suara earphone.
  5. Ada microphone dan tombol! Kalau pengatur volume menurut saya tidak begitu penting. Volume bisa diraba-raba di devicenya kalau lagi di dalem jaket/saku.
  6. Ekonomis. Budget saya 200-400ribu an. Karena bukan penggila audiophile, jadi budget segitu seharusnya saya kira sudah cukup.

Setelah melakukan sedikit research, ada 2 pilihan earphone yang memenuhi kriteria tersebut, yaitu Apple Earpod dan JBL T205. Karena saya sekarang di Stockholm, jadi saya melakukan research dengan mengunjungi toko disini. Yang saya kunjungi adalah Media Markt (salah satu toko elektronik multinational yang berasal dari German, punya gerai di beberapa negara Eropa dan Asia) di Galerian Mal Stockholm.

Apple Earpod

Saya suka apple earpod karena bentuknya yang nyaman di telinga. Sebelumnya saya sudah pernah mencoba earphone ini, pemakaiannya yang nyaman, dan output suara mengarah ke gendang telinga langsung tapi tidak memampatkan suara di sekitarnya. Dan juga earpod ini bisa dipasang busa. Kelebihannya lagi ada mic, pengatur volume dan tombol untuk menjawab telfon. Konon microphone apple earpod adalah yang paling baik di kelasnya. Karena noise reduction dan voice claritynya paling baik. Tapi, karena earpod itu produk apple dan notabennya ‘worked well’ di product apple, kalau di smartphone android, fungsi microphonenya bekerja sedangkan untuk pengatur volumenya tidak bekerja. Dan poin minusnya lagi, susah sekali membedakan mana yang asli dan KW dari earpod ini. Walaupun saya di Media Markt yang merupakan Apple Premium Reseller disini, tetap saja kekhawatiran KW ini begitu menghantui karena kalau di Indonesia banyak banget KWnya. Oiya, earpod ini harganya 249SEK, kurang lebih sekitar 400ribuan rupiah.

JBL T205

Nah, yang satu ini sebetulnya saya menemukannya secara ngga sengaja. Karena sedang product searching dari katalog-katalog yang ada, saya melihat bentuknya sama seperti dengan earpod yang nyaman di telinga. Kalau dicari review-reviewnya tentang JBL T205 ini, jarang sekali ditemukan di internet. Hanya ada 1-2 video di Youtube dan review di website utama JBL itu sendiri. Nah yang menarik dari JBL ini, disamping bentuknya yang oke, menurut review-reviewnya suara bass nya sangat mumpuni. Di setiap earphone JBL, pasti ditemukan kata-kata “Pure Bass” yang dimana mereka menjamin kualitas bass di JBL ini bakalan pancen oye!

Sebetulnya banyak seri diatasnya JBL T205 yang lebih mahal dan mungkin lebih bagus suaranya. Tapi ya karena semua jenisnya adalah IEM yang masuk ke dalam telinga dan memampatkan suara dari luar, saya tidak merasa nyaman menggunakan IEM earphone. Kalau untuk Apple Earpod dan JBL T205 ini saya mengkategorikannya sebagai semi-IEM. Kira-kira plus minusnya:

+ Kabel pipih
+ Ada microphone
+ Ada tombol yang berfungsi untuk Play/Pause/Answer Call (1x press), Next Track (2x press), Previous Track (3x press)
+ Dapet pouch
+ Build qualitynya oke
+ Support google assistant dengan menekan tombol (Long Press). jadi bisa kirim-kirim pesan Whatsapp, panggilan telpon, tanya cuaca, muter musik dan berbagai hal pintar lainnya tanpa harus memegang handphone dan unlock screen smartphone.

– Tidak ada pengatur volume
– Tidak dapet busa
– Setelah di tes saat skype calling di laptop, suaranya kalah bersih dengan bawaan microphone laptop. Tapi kalau menggunakan smartphone jernih juara. Mungkin karena sound driver di laptop lebih mendukung dan sudah di set untuk microphone bawaannya.

Yang saya amaze, betul-betul bassnya oke banget. Karena ini semi IEM, jadi setelah saya pakaikan busa, dan posisikan earphone mengarah ke gendang telinga, kenyamanan pun didapat. Suara luar masih terdengar, bass dan suara sangat baik, di telinga pun nyaman. Harganya disini 199SEK, yaitu sekitar 320ribu rupiah. Akhirnya pilihannya jatuh ke JBL T205 ini. Dan setelah pemakaian sekitar 2 minggu saya sangat puas untuk ukuran earphone yang ekonomis!

Nah sekarang pertanyaan kemudian perlu kah di burn-in?? Hmm, menurut saya burn-in itu tidak perlu untuk earphone low-end. Tapi karena belum pernah punya earphone/headphone high-end juga, jadi menurut saya tidak perlu juga. lol. Karena menurut saya burn-in itu sudah pasti akan menggunakan ‘umur’ dari si earphone. Lebih baik kita nikmati saja earphone baru dan maksimalkan penggunaannya..

Semoga bermanfaat!

Advertisements

4 thoughts on “Review Earbud Headphone JBL T205 by Harman. Ekonomis dan Nyaman!

    1. Ridwansyah Post author

      Untuk di range harga segini, butuh microphone, dan bukan full IEM, saya pikir uda paling oke T205 ini. Hehe. Galaunya dibandingin sama yg merk dan jenis apa yang lainnya?

      Reply
      1. warm

        saya punya earphone bawaan iphone sih, selama ini cukup puas dan berhasil menyingkirkan edifier andalan saya sebelumnya. Apalagi earpod ga cuma nyaman di hape, make di leptop juga enak bassnya. Pas liat ada promo T205 kmaren tertarik, apalagi bentuknya mirip sama earpod yang saya pakai sekarang..

        Reply
  1. Frengki Agus

    Wah,review nya ok ya… Di tokoped*a lg promo 199,potong lg 39rb…sisa 160…biasa pake audiotechica dan edifier…yg budgetnya ga lebi dr 200…boleh lah kita jajal…thanks share nya Om 😂😂😂

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s